Senin, 04 Juni 2012

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI BENIH Pengaruh kedalaman penanaman Benih & Media Tanam Terhadap pertumbuhan benih buncis


LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI BENIH
Pengaruh kedalaman penanaman Benih & Media Tanam Terhadap pertumbuhan benih buncis

Disusun oleh:
Kelompok 4
·         Lina purniawati                               (4442100920)
·         Reghita Astari Deswaniar               (4442101306)
·         Anis fuad                                         (4442101096)
·         Budi Rizki fauzi                              (4442100778)
·         Juniawan                                          (4442100780)


JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2012

KATA PENGANTAR
            Segala puji hanya milik Allah. Sholawat beserta salam kepada rasulullah berkat limpahan Rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan laporan praktikum yang berjudul ” Pengaruh kedalaman penanaman Benih & Media Tanam Terhadap pertumbuhan benih buncis”. Di maksudkan untuk menyelesaikan salah satu kewajiban dalam mata kuliah Teknologi benih.
        Penyusun laporan praktikum ini di dapatkan berupa data-data yang di dapat dari praktikum yang di lakukan, buku yang berhubungan dengan teknologi benih. Di satukan dalam sebuah laporan pktikumr yang mengacu pada sistematika pembuatan skripsi bertujuan untuk membiasakn penyusun dan pembaca dalam mengenal lebih awal tentang penulisa berdasarkan aturan yang di tentukan.
        Laporan ini sangat jauh dari sempurna. Sehingga penyusun sangat berharap saran dan kritik yang membangun dari dosen, asisten laboratorium Teknologi benih  yang menilai dan para pembaca untuk perbaikan penyusunan laporan  selanjutnya yang lebih baik.




Serang, 27 mei 2012


Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………i
DAFTAR ISI…………………………………………….…………………………ii
DAFTAR GAMBAR………………………………..……………………………..ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1        Latar Belakang……………………………………………………………..…1
1.2        Tujuan…………………………………………………………………………2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………………………3
BAB III METODOLOGI
3.1    Waktu dan tempat……………………………………………………………5
3.2    Alat dan Bahan………………………………………………………….……5
3.3    Pelaksanaan………………………………………………………………..…5
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1    Hasil…………………………………………………………………….……7
4.2    Pembahasn……………………………………………………….…………..7
BAB V KESIMPULAN……………………………………………..……………9
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………..…………..10
LAMPIRAN…………………………………………………………………..…11


DAFTAR GAMBAR
1,1 Hasil praktikum………………………………………………………….….……7
1.2 Pembahasan……………………………………………..…………………..…….7






BAB I
PENDAHULUAN
1.1        Latar belakang
Berkaitan dengan budidaya tanaman, petani selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang optimal. Berhasil atau tidaknya suatu produksi pertanian tergantung dari beberapa faktor. Kedalaman dan media tanam dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda.
Negara Indonesia merupakan Negara agraris dimana daerah-daerah yang terdapat dikepulauan Indonesia mempunyai potensi untuk lahan pertanian. Lahan pertanian yang terdapat di Indonesia sangatlah luas sehingga pertanian dapat tumbuh dan berkembang baik. Optimalisasi pertanian merupakan usaha dalam bertani untuk meningkatkan produksi pertanian dengan usaha mengoptimalkan factor-faktor yang mendukung keberhasilan usahatani. Dalam melakukan suatu budidaya tanaman misalnya buncis, kita harus mengetahui kedalaman tanam yang harus dilakukan. Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan sayuran buah yang termasuk famili Leguminosae. Tanaman buncis cocok dibudidayakan dan berproduksi baik pada dataran medium maupun dataran tinggi. Kedalaman tanam berkisar 3-8 cm, dengan cara ditugal dan setiap lubang tanam diisi dua biji.
Buncis (dari bahasa Belanda, boontjes, Phaseolus vulgaris L.) merupakan sejenis polong-polongan yang dapat dimakan. Buah, biji, dan daunnya dimanfaatkan orang sebagai sayuran. Sayuran ini kaya dengan kandungan protein. Ia dipercaya berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Buncis adalah sayur yang kaya dengan protein dan vitamin ini membantu menurunkan tekanan darah serta mengawal metabolisme gula dalam darah dan amat sesuai dimakan oleh mereka yang mengidap penyakit diabetes atau hipertensi. Kandungan serat dan enzim yang tinggi dapat membantu penurunan berat badan Kacang buncis tumbuh melilit, mempunyai akar tunggang dan sisi yang panjang dan memerlukan tiang untuk memanjat.
Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya.
1.2    T            ujuan
         Mahasiswa dapat melakukan pengujian viabilitas benih dengan metode kedalaman tanam.










BAB II
TINJAUN PUSTAKA
         Uji kedalaman tanam tergolong kedalam uji kekuatan tumbuh benih dengan lingkungan sub optimal. Uji ini menggunakan substrat tanah atau pasir dengan kedalaman tanah tertentu. Hasil pengujian mempunyai keterkaitan dengan pertumbuhan benih dilapangan yang mengalami pemadatan tanah akibat air hujan atau ntraktor.
Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habitat asalnya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembapan dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara.Selain media tanam, kedalaman tanaman juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.Kedalaman tanam tergantung pada tipe perkecambahan dan kandungan air serta oksigen dalam media tanam. Umumnya benih dengan keping (cotyledoneae) yang muncul ke atas permukaan tanah memerlukan penanaman dangkal daripada benih yang keping bijinya tertinggal di bawah permukaan tanah.Kandungan karbondioksida (CO2) di dalam tanah lebih besar dibandingkan yang ada di udara karena dekomposisi bahan organik meningkat menurut kedalaman.
Sedangkan kandungan oksigen (O2) di dalam tanah lebih sedikit jika dibandingkan dengan di udara dan kandungan oksigen dalam tanah akan menurun menurut kedalaman. Oksigen dalam tanah dibutuhkan untuk respirasi akar dan mikroorganisme. Tersedianya oksigen yang cukup dalam tanah akan membantu tanaman tumbuh dengan baik dan menghasilkan hasil yang baik pula.Maka dari itu, dengan adanya praktikum ini selain untuk mengaplikasikan teori yang didapat di bangku kuliah, mahasiswa diharapkan mampu mengetahui pengaruh kedalaman dan media tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.
Uji kedalaman tanam tergolong uji kekuatan benih dengan lingkungan sub optimal. Hasil pengujian mempunyai keterkaitan dengan pertumbuhan benih dilapangan yang mengalami pemadatan tanah akibat hujan atau traktor.(Penuntun Praktikum, 2004).















BAB III
METODOLOGI
3.1    Waktu dan tempat
         Praktikum di laksanakan pada hari Rabu, 23 mei 2012. Dan tempat praktikum di Laksanakan di laboratorium Bioteknologio dan Biokoimia.
3.2    A            lat dan bahan
·         Alat
Ø  Pot/paper jam
Ø  Alat penyiraman
·         Bahan
Ø  Benih buncis
Ø  Media tanam/pasir dan tanam
3.2 Pelaksanaan
·         Sediakan pot/paper jam enam buah
·         Kemudian isi tiga buah pot/paper dengan menggunakan media tanam Pasir dan tiga buah dengan menggunakan media pecahan bata, sesuai dengan perlakuan
·         Letakan benih buncis ke dalam pot/ paper jam yang sudah di beri media tanam pasir / pecahan bata,
·         Tutup kembali benih buncis tersebut  dengan pasir / pecahan bata
·         Kemudian siram dengan air
                                   


                                    M1                                     M2                     
 5 cm
 2cm
3 cm
4 cm
        



         Keterangan:
         M1          :Media pasir
         M2          :Media perkecambahan
         K1          : 5 cm
         K3          :3 cm










BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1    Hasil
          
1.1 Gambar hasil praktikum
·         Media pasir
Presentasi perkecambahan
·         Media Pecahan bata
Presentasi perkecambahan
4.2    Pembahasan
        
Gambar 1.2 Pembahasan
         Praktikum pengaruh kedalaman benih dan media tanam terhadap pertumbuhan benih buncis yang kami lakukan adalah pada setiap pot/ paper jam masing-masing berisi dua benih buncis yang kami tanam pada media tanam pasir dan pecahan bata. Pada media tanam pasir dari jumlah  sebanyak 3 buah pot/paper jam dan hanya empat benih buncis yang tumbuh dari enam benih buncis yang ditanam  jadi presentase perkecambahannya adalah 66.6 %. Dan pada media tanam pasir dari jumlah  sebanyak 3 buah pot/paper dan hanya empat benih buncis yang tumbuh dari enam benih buncis yang ditanam  jadi presentase perkecambahannya adalah 66.6 % . jadi presentase pertumbuhan uji kedalaman benih buncis pada media tanam pasir dan pecahan bata adalah sama. Uji kedalaman tanam tergolong uji kekuatan benih dengan lingkungan sub optimal.
         Dari praktikum dengan judul “pengaruh kedalaman benih dan media tanam terhadap pertumbuhan benih buncis” ini dan analisis hasil percobaan yang kami lakukan, bahwa Media tanam merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman dan Kandungan tanam tergantung pada tipe perkecambahan dan kandungan air serta oksigen pada media tanam












BAB V
KESIMPULAN
         presentase pertumbuhan uji kedalaman benih buncis pada media tanam pasir dan pecahan bata adalah sama.  Uji kedalaman tanam tergolong kedalam uji kekuatan tumbuh benih dengan lingkungan sub optimal. Uji ini menggunakan substrat tanah atau pasir dengan kedalaman tanah tertentu.  Dari praktikum Teknologi benih dengan judul “pengaruh kedalaman benih dan media tanam terhadap pertumbuhan benih buncis” ini dan analisis hasil percobaan yang kami lakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
  1. Media tanam merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman
  2. Kandungan tanam tergantung pada tipe perkecambahan dan kandungan air serta oksigen pada media tanam.









DAFTAR PUSTAKA
Sutopo. Lita, 2004. Teknologi Benih. . Jakarta: Rajawali prers
Hariana, Arif.2005.Tumbuhan Obat dan Khasiatnya.Depok :penebar Swadaya.
Juliana.2007. Tanaman Obat. Semarang : pustaka utama.
Tjitrosoepomo, Gembong, 1984. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : UGM Press
Sudarnadi, H. (1996).Tumbuhan Monokotil. Jakarta: Penebar Swadaya.












LAMPIRAN

   
     
   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar